English
Bahasa Indonesia
You are here
Pendidikan Resiliensi Lingkungan Melalui Metode "Sungai Kehidupan"

YOGYAKARTA – Dalam menghadapi era digital yang penuh dengan disrupsi, ketahanan mental dan adaptasi sosial menjadi kunci utama. Merespons kebutuhan tersebut, Departemen Pendidikan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sukses menyelenggarakan "Pelatihan Resiliensi Lingkungan untuk Mitigasi Masyarakat Digital" pada Sabtu, 13 Juni 2026.
Berlokasi di Aula Pascasarjana FISIP UNY Lt. 2, pelatihan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 16.00 WIB ini menghadirkan jajaran pakar dan akademisi terkemuka, di antaranya Prof. Dr. Rukiyati, M.Hum., Dr. Ahmad Chafid Alwi, M.Pd., Prof. Dr. Siti Irene Astuti Dwiningrum, M.Si., Dr. Ariefa Efianingrum, M.Si., dan Aris Martiana, M.Si.
Berbeda dengan pelatihan pada umumnya yang bersifat satu arah, kegiatan ini membawa pendekatan psikososial yang unik dan mendalam melalui metode "Sungai Kehidupan" (River of Life). Metode ini mengajak para peserta untuk melakukan refleksi diri dengan menggambar aliran sungai yang merepresentasikan perjalanan dan dinamika hidup mereka masing-masing.
"Setiap orang memiliki aliran sungainya sendiri. Ada kalanya sungai itu mengalir tenang, namun tak jarang menemui bebatuan terjal, arus deras, hingga air terjun yang melambangkan masa-masa krisis atau trauma. Melalui metode ini, peserta diajak untuk mengenali, menerima, dan menemukan kekuatan dari setiap dinamika hidup yang pernah mereka alami," jelas salah satu narasumber dalam sesi pendampingan.
Suasana pelatihan terasa sangat intim dan hangat. Seperti yang terekam dalam dokumentasi kegiatan, para peserta tampak duduk melingkar di atas karpet merah, berdiskusi, dan berbagi cerita dengan panduan langsung dari narasumber, salah satunya Dr. Ahmad Chafid Alwi, M.Pd. Pendekatan memutar dan duduk setara ini berhasil meruntuhkan sekat formalitas, sehingga peserta merasa aman untuk mengutarakan kerentanan dan pengalaman personal mereka.
Proses melukis "Sungai Kehidupan" ini bukan sekadar aktivitas seni, melainkan bentuk terapi naratif. Peserta menuangkan titik-titik terendah dan tertinggi dalam hidup mereka ke atas kertas, memetakannya, lalu merancang "muara" atau tujuan masa depan yang ingin dicapai. Hal ini sangat relevan dengan tujuan pelatihan, yakni membangun resiliensi lingkungan—kemampuan individu untuk bangkit dan beradaptasi secara positif terhadap tekanan eksternal, terutama dalam arus deras informasi di masyarakat digital saat ini.
Di akhir sesi, raut kelegaan dan semangat baru terpancar dari wajah para peserta. Mereka dengan bangga memamerkan hasil karya "Sungai Kehidupan" masing-masing sambil berfoto bersama para narasumber. Karya-karya tersebut menjadi saksi bisu sekaligus pengingat visual bahwa mereka telah berhasil melewati berbagai rintangan hidup dan kini memiliki bekal ketangguhan yang lebih baik.
Pelatihan ini diharapkan tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi mampu mencetak agen-agen perubahan yang memiliki resiliensi tinggi, tangguh secara emosional, dan bijak dalam merespons tantangan di lingkungan masyarakat digital.
Bagi Peserta Pelatihan dapat mengunduh sertifikat pada link berikut:
https://unyku.id/sertifikatresiliensilingkunganPUIEDURE
Link Terkait
Kegiatan PUI Educational Resilience
Lagu Educational Resilience
Kontak Kami
Copyright © 2026,